Ketika Iblis Bertamu Kepada Rasululah SAW

Ini salah satu kisah Rasulullah SAW dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas, ketika Iblis terpaksa bertamu kepada Rasulullah SAW. Sengaja aku posting untuk diketahui juga direnungkan, dan berharap semoga bisa bermanfaat.  ^_^

Ibnu Abbas RA mengisahkan :

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah.

“Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah SAW bersabda : “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab : “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan : “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata : “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah.”

Rasulullah SAW menahannya : “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakn pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkah oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata :

Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Dijanggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata : “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin.”

Rasulullah SAW lalu menjawab : “Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat apa keperluanmu?”

Iblis menjawab :”Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

Rasulullah SAW bertanya : “Siapa yang memaksamu?”

Iblis menjawab : “Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata : “Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan menjadikan dirimu debu yang ditiup angin.” Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatupun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis : “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab : “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling kubenci.”

Rasulullah SAW : “Siapa selanjutnya?”

Iblis : “Pemuda yang bertaqwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

Rasulullah SAW : “Lalu siapa lagi?”

Iblis : “Orang yang selalu bersuci.”

Rasulullah SAW : “Siapa lagi?”

Iblis : “Seorang yang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain.”

Rasulullah SAW : “Apa tanda kesabarannya?”

Iblis : “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar.”

Rasulullah SAW : “Selanjutnya apa?”

Iblis : “Orang kaya yang bersyukur.”

Rasulullah SAW : “Apa tanda kesyukurannya?”

Iblis : “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

Rasulullah SAW : “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

Iblis : “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam islam.”

Rasulullah SAW : “Umar bin Khatab?”

Iblis : “Demi Allah, setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

Rasulullah SAW : “Ustman bin Affan?”

Iblis : “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

Rasulullah SAW : “Ali bin Abi Thalib?”

Iblis : “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya, tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah SWT.)

Rasulullah SAW : “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak sholat?”

Iblis : “Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

Rasulullah SAW : “Kenapa?”

Iblis : “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

Rasulullah SAW : “Jika seorang umatku berpuasa?”

Iblis : “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

Rasulullah SAW : “Jika ia berhaji?”

Iblis : “Aku seperti orang gila.”

Rasulullah SAW : “Jika ia membaca Al-Qur’an?”

Iblis : “Aku merasa meleleh laksana timah di atas api.”

Rasulullah SAW : “Jika ia bersedekah?”

Iblis : “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

Rasulullah SAW : “Mengapa bisa begitu?”

Iblis : “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka, dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

Rasulullah SAW : “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

Iblis : “Suara kuda perang di jalan Allah.”

Rasulullah SAW : “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

Iblis : “Taubat orang yang bertaubat.”

Rasulullah SAW : “Apa yang dapat membakar hatimu?”

Iblis : “Istighfar di waktu siang dan malam.”

Rasulullah SAW : “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

Iblis : “Sedekah yang diam-diam.”

Rasulullah SAW : “Apa yang dapat menusuk matamu?”

Iblis : “Shalat Fajar.”

Rasulullah SAW : “Apa yang dapat memukul kepalamu?”

Iblis : “Shalat berjamaah.”

Rasulullah SAW : “Apa yang paling mengganggumu?”

Iblis : “Majelis para ulama.”

Rasulullah SAW : “Bagaimana cara makanmu?”

Iblis : “Dengan tangan kiri dan jariku.”

Rasulullah SAW : “Dimanakah kau menaungi anak-anakmu di musim panas?”

Iblis : “Di bawah kuku manusia.”

Rasulullah SAW : “Siapa temanmu wahai iblis?”

Iblis : “Pemakan riba.”

Rasulullah SAW : “Siapa sahabatmu?”

Iblis : “Pezina.”

Rasulullah SAW : “Siapa teman tidurmu?”

Iblis : “Pemabuk.”

Rasulullah SAW : “Siapa tamumu?”

Iblis : “Pencuri.”

Rasulullah SAW : “Siapa utusanmu?”

Iblis : “Tukang sihir.”

Rasulullah SAW : “Apa yang membuatmu gembira?”

Iblis : “Bersumpah dengan cerai.”

Rasulullah SAW : “Siapa kekasihmu?”

Iblis : “Orang yang meninggalkan shalat jumat.”

Rasulullah SAW : “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

Iblis : “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.”

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali : “Tidak, tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku? Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua, baik yang bodoh atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

Rasulullah SAW : “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”

Iblis : “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.

Tahukah kamu Muhammad? Bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaitan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama, sebagian untuk mengganggu anak-anak muda, sebagian untuk mengganggu orang-orang tua, sebagian untuk mengganggu wanita-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk di pinggu dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaitan juga berkata : “Keluarkan tanganmu.” Lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya. “Mereka anak-anakku selalu menyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu,Muhammad? Bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Tahukah kau, Muhammad? Dusta berasal dari diriku. Akulah makhluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau, Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, istrinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat, jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur-ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat diluar waktu, maka shalat itu dipukulkan ke mukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, ia pun menoleh, pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta kukatakan ‘shalatmu tidak sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad? Orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas, ia pun shalat sepeti ayam yang mematuk beras.

Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu? Sedangkan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?

Rasulullah SAW bertanya: “Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”

Iblis: “10 macam.”

Rasulullah SAW: “Apa saja?”

Iblis menjawab:

  1. Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengijinkan. Allah berfirman: “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak, dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS.Al-Isra:64). Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
  2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.
  3. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan halal.
  4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
  5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
  6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai quranku.
  7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
  8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman: “Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaitan.” (QA.Al-Isra:27)
  9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah mmbuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
  10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab: “Silahkan,” dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata: “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorang pun!! Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun dimuka bumi ini. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat: “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT.” (QS.Hud:118-119)

Juga membaca: “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku.” (QS. Al-Ahzab:38)

Iblis lalu berkata: “Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu dan aku tak berbohong.”

SEMOGA KITA TERMASUK GOLONGAN ORANG YANG DILINDUNGI OLEH ALLAH SWT.

AMIN YA ROBBAL ‘ALAMIIN.

Salam NunaaUlil ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: